Hari Terberat Dalam Hidupku

Posted on 7:52 AM | By idiots boys | In

Hari ini aku terbangun jam 9 pagi.... Seperti biasanya aku suka sekali minum kopi dipagi hari, meskipun orang bilang ini sudah siang, tapi buat aku jam 9 itu masih pagi. seperti biasanya juga, aku suka music, sama seperti pagi ini, music juga mengalun keras diistanaku. aku tidak pernah perduli dengan tetangga kalo soal music, tidak siang tidak malam aku selalu memutar music kesanyanganku sesukaku.

Menit demi menit kulalui denga santai, tanpa perduli kalau mungkin orang sudah mengecapku sebagai pemalas tingkat tinggi. Ditengah suara music yang mengalun ada suara yang memanggilku, yang tidak lain adalah teman sebelah istanaku. Namanya Surya. Bangun Surya Saputra. Tapi aku lebih sering memanggil dia dengan nama BELUK. mungkin aku belum pernah memanggil dia secara langsung dengan nama aslinya, sejak awal aku sudah memanggilnya dengan sebutan itu. Hari ini adalah hari minggu tanggal 26 september 2010. seminggu setelah kembaliku dari serumpun sebelukar tercinta, atau yang mungkin orang lebih banyak mengenalnya dengan negeri laskar pelangi, Bangka Belitung. Beluk memanggilku dengan panggilan TID, yang tidak lain adalah TITID ( disensor ).

Saat itu ia bertanya padaku, minggu gini enaknya ngapain ya ( dengan bahasa jawa ), lalu dia duduk disampingku. lama kita berbincang hingga hari sudah siang, lalu kami makan soto di warung depan istanaku. aku melihat dia makan banyak sekali, tapi hari itu juga aku melihat ada yang berbeda diwajahnya. setelah makan aku membantunya memasang LCD yang baru ia beli, cukup lama kami memasangnya, saat itu teman2 yang lain pun juga ada. setelah selesai memasangnya ia terlihat cukup senang dengan tertawanya yang khas, aku yakin tidak akan ada yang bisa menirukan tertawanya. saat itu aku sempat mengejeknya, wah kamu bakal betah diistanamu donk! kembali aku melihat senyumnya yang khas. Namun semua kesenangan itu terhapus begitu hari beranjak kehari berikutnya. aku dikejutkan dengan kabar bahwa ia kecelakaan, aku pun bergegas mencarinya dengan berkeliling kota solo, sama seakli tidak pernah terlintas dibenakku ditengan malam aku mendatangi kantor poltabes surakarta, bahkan itu pertama kali aku menginjakan kaki ditempat yang aku benci selama ini. malam itu aku bertanya pada seseorang yang bertugas namun jawabanya membuatku kecewa karna mereka tidak mengetahiu berita kecelakaan, namun dalam hatiku merasa sedikit senang karena aku berharap berita kecelakaaan itu tidak benar. Namun petugas yang ada disana mengatakan "coba tanayakan disatlantas banjarsai".


Kemudian aku langsung spontan bergegas tanpa memperdulikan mereka yang ada dipoltabes. setelah aku bergegas meninggalkan poltabes akumerasa betapa bodohnya aku karna aku tidak tau dimana kantor satlantas banjarsari, dan yang lebih membuatku merasa bodoh kenapa aku tidak bertanya pada mereka ( benar-benar bodoh). Namun aku tetap saja melaju dengan kencang dengan kendaraanku dan sampailah aku disebuah terminal bus yang tidak lain adalah terminal tirtonadi dan aku melihat ada pos polisi disana. aku berhenti dan aku melihat ada 2 polisi tua yang tertidur pula dipos itu, tanpa ragu aku membangunkannya, cukup sulit juga membangunkanya. Namun setelah perjuanganku membangunkannya polisi itupun terbangun juga, lalu polisi itu berkata " eeeee adhaa apa" langsung aku menyahut " apakah benar beberapa menit atau jam yang lalu terjadi kecelakaan?" polisi itu menjawab dengan enaknya sambil mengantuk, tanya sana di kantor banjarsari, lalu aku ingat kebodohanku dipoltabes, kemudian aku bertanya " dimana itu pak" lalu polisi itu lagi-lagi menjawabnya seenaknya sambil mengantuk, melihat hal itu bertambah lagi level kebencianku pada polisi. Tak lama aku mencari sesuai petunjuk pal polisi tadi dan aku menemukan kantor satlantas banjarsari. Tanpa memperdulikan lagi aku memarkir motor ku tepat ditengah jalan didepan kantor itu, lalu aku bergegas masuk. Terlihat ada 3 oarang polisi yang sedang berbincang, lalu aku mendekatinya, belum aku bertanya polisi itu sudah lebih dulu bertanya " Adhaa apa? " lalu aku menjelaskan apa tujuanku datang kemari. Mendengar jawaban mereka aku merasa bahwa jawaban petugas dipoltabes tadi jauh lebig baik, karna begitu aku mendengar jawaban ketiga polisi ini sekujur tubuhku mendadak lemas dan air mataku seakan keluar sendiri tanpa aku perintakan.

ToBe Continue......

Comments (0)

Post a Comment