Selamat Jalan Sahabat
Posted on 11:05 PM | By idiots boys | In The Story of Sang Pemalas
Sekujur tubuhku lemas tak berdaya, namun aku berusaha untuk tetap bertahan walaupun air mata ini sepertinya sudah blong remnya. polisi itu mengatakan bahwa sahabatku telah pergi, aku sempat tidak percaya, namun motor yang ditunjukan polisi itu memang benar adanya, itu motor yang ia kendarai saat berpamitan ingin keluar menemui temannya.
Malam itu aku barusaja pulang bersama teman lamaku yang sudah lama ndak ketemu, aku melihatnya didepan istanaku, disebuah bangku dengan sebotol minuman berwarna merah, saat itu ia terlihat sedang agak murung, mungkin sedang ada masalah pikirku dalam hati, lalu kami bertiga duduk santai bersama didepan istana kami, sesekali aku sambil memetik gitar tua ku yang bunyinya sangat indah, kami menyanyikan lagu yang ia juga menyukai lagu itu, Padi "Semua tak sama". tak lama setelah itu teman lamaku pun berpamitan untuk pulang. hanya tinggal kami berdua, kami bercerita tentang mimpi-mimpi kami. ia mengatakan ia akan melakukan bisnis sapi setelah lulus kuliah ini, ia mengatakan " bisnis sapi itu ndak ada yang terbuang, semuanya berguna, kotorannyapun kita bisa jadikan kompos, pertanian itu akan selalu hidup, gak bakalan mati. Namun semua itu hanya tinggal angan2 kami, ia pergi meninggalkan dunia ini sekitar pukul 1.00 dini hari.